Senin, 19 April 2010

Seklumit Terorisme

            Tahun tahun tahun ini adanya permaslahan yang santer santernya di bicarakan oleh dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya yaitu terorisme. Banyak berbagai macam asumsi masyarakat dalam menanggapi permasalah terorisme yang merebak saat ini. Akan tetapi pendapat pendapat itu tidak semuanya benar, banyak yang berasumsi bahwa teroris itu dari agama islam, ajaran islam itu mengajarkan dan mendidik dalam radikalisme. Sebenarnya agama islam itu agama yang benar, mengajarkan ahlak yang mulia dan agama romhatan lil’alamin. 



            Dari segi nama, atau penamaan islam yang berkedudukan sebagai masdar dari aslama kedudukan fi’il mady, dalam bahasa arab, yang berarti selamat. Oleh karena itu secara logika dari segi penamaan islam itu membawa keselamatan bagi siapaun, dimanapun, dan kapanpun. kalu orang tahu atau paham ayat dari al Qur'an, banyaknya ayat yang menerangkan tentang  pembunuhan, seperti halnya Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, Membunuh terhadap diri sendiri saja tidak di perbolehkan apalagi membunuh dirinya sendiri dan mengakibatkan matinya dan penderitaan orang lain. Agama sebenarnya membawa keselamatan tidak adanya dendam satu sama lain dan tidak diperbolehkannya adanya kekerasan, pembantaian. Jadi tidak dibenarkannya tindakan terosrisme dalam agama islam ataupun agama yang lain. Karena terorisme sendiri identik dengan kekerasan, intimidasi, dan tidak adanya humanistis.


            Peristiwa terorisme bukan hannya terjadi dalam agama islam, akan tetapi pertistiwa tersebut juga terjadi di agama lain selain islam dan timbul di berbeagai sudut belahan dunia. Dalam Morality of Terorism, David C Rapoport menyatakan bahwa terorisme itu tebagi menjadi tiga bagian, pertama Religious Teror, kedua State Teror, ketiga Rebel Teror. dimana teror religious menjadi kategori teror suci yang bermotivasi oleh nilai keagamaan yang luhur, sedangkan David menganggap State dan Rabel Terorism masuk kategori teror sekuler yang di motivasi untuk tujuan politisi dan dominasi. Melihat klasifikasi terorisme di atas, terorisme biasa terjadi di periode sejarah manusia sampai sekarang ini. Dan sejarah dunia mencatat pernah terjadi adanya terorisme, seratus tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu, serangan terorisme yang mampu meruntuhkan kekuasaan kekaisaran romawi barat pada 476 M. Artinya tindakan terorisme sudah terpaku lama dari sejarah peradapan manusia. an terorisme itu ada diberbagai agama, kelompok dan   tindakan terror juga bisa terjadi pada semua umat beragma. Oleh karena itu harus di lihat dari berbagai faktor dan motif karena banyaknya motif dan faktor bukan hannya faktor agama saja. Semisal ketiga kholifah yatu, kholifah umar    di bunuh oleh non muslim fayruz abu lu’lu’, kholifa utsman di bunuh karena politik, sedangkan kholifah ali di bunuh karena agama dan banyaknya peristiwa yang terjadi di belahan dunia di antaranya di irlandia utara terjadi perselisihan antara Kristen dan katolik dengan adanya penyekatan anara katolik dan Kristen dengan kawat berduri yang di aliri listrik, di tahiland adanya kekerasan yang terjadi pada tengah pemuda. Dan sekarang banyak terjadi adanya kesalahan dalam mempelajari ajaran islam dan disalah gunakan semisal untuk politisi ideologis, yang bermaksud mendominasi yang bersifat sekulerisme.  Dan radikalisme atau terorisme itu tidak dibenarkan dalam agama islam, karena itu keluar dari esensi maksud dari agama islam itu sendiri yang berarti selamat.


            Banyaknya pembahasan, antisipasi, dan tindakan dalam rangka mebendung atau memusnahkan terjadinya terorisme yang banyak merugikan yang bersifat materi, religius, akan tetapi masih minimnya pembahasan, antisipasi, dan tindakan terror terhadap budaya, adab  budi pekerti, yang merusak moral dan menghambat terjadinya ahlakulkarimah.