Selasa, 29 Juni 2010

Sukur



Teringat dalam perjalanan hidup ini yang telah berlalu, entah itu tiada syukur ataukah bermanfaat, berarti  ataupun tidak. Seakan itu berjalan tanpa kendali kesana kemari, belok kanan kiri sesuka hati. Tak disadari ternyata ada karunia yang dititipkan dari sang Mulia. Seluruh bagian tubuh, ujung kepala sampai ujing kaki, semisal mata, tangan,  dan kaki yang di ciptakan berpasang pasangan, yg tidak elok ketika hilang salah satunya. Kita pergunakan untuk apa semua itu, ataukah tangan itu dijulurkan untuk hal yang dolim, mata itu tertuju kemana, apa tertuju pada  al qurankan yg suci.
Selain itu nikmat yang di karuniakan begitu istimewa berupa nyawa, masih bisa menghirup udara segar tia hari. Sendainya tubuh ini komplit, tapi nyawa itu tidak berada, akankah itu masih indah terasa. Yang adanaya hanya tubuh lunglai pucat terlihat. Oh Allah itu maha tahu atas segalanya, dimana keindahan itu.

Beribu hingga tak tehitung nikmat yang telah Allah beri terlihat atau tidak, sudahkan sukur terucap, Alhamdulillah ya allah atas nikmat yang telah Kau beri. Adanya mengeluh ketika di rundung duka seharusnya intropesi diri dan apakah sudah bersukurkah. Kemudian kenikamtan itu datang dengan tiada kita minta, maka dengan sendirinyapun kita terlaut dalam kenikmatan itu, yange membwa dalam jurang kesombongan, dan angkuh, lupa akan esensi nikmat, dan lupa akan sang pembiri nikmat itu sendiri.
Seakan air itu mengalir deras tanpa ada bebatuan atu gemantung tali untuk membantu mengehentaskan, suara tolongpun gersang terdengar tanpa ada sahutan kembali.

Akan tetapi tuturan suara tidak cukup untuk membuktikan rasa sukur, apalah berarti bila suara tanpa gerak yang kita lakukan. bagaimana kita mengekspresikan sebuah sukur kita, terhadap nikmat yang telah di beri. Suara sukur itu selalu bertutur akan tetapi dalam keseharian berlaku yang kontradiksi dengan  sukur, entah itu berbuat dolim atau melenceng dari syariat. Oleh karena itu, marilah bersama berkontemplasi dengan esensi sukur, kita aplikasikan dalam keseharian.
Ajari kami mensyukuri nikmatu, dalam gerak langkah dan tutur kami ya Allah, amin ya rabb.