Rabu, 29 Agustus 2012

Periode Awal Pesantren Krapyak


Nama Krapyak sebagai kampung terdapat di hampir semua kota, khususnya di Pulau Jawa. Di Yogyakarta, kampung Krapyak juga berada di beberapa tempat, yakni di Kabupaten Sleman dan di Kabupaten Bantul.

Pondok Pesantren Krapyak yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah Pondok Pesantren Krapyak yang didirikan oleh KH Mohammad Munawir, terletak sekitar 7 km di sebelah utara dari pusat kota Kabupaten Bantul. Tepatnya, di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, sekitar 2 km di sebelah selatan Kraton Yogyakarta.

Pesantren Krapyak didirikan oleh KHM Munawir pada tahun 1909-1910 setelah beliau kembali dari belajar di Makkah dan Madinah selama 21 tahun.

Jumat, 24 Agustus 2012

Idul Fitri 1433H

Manusia & Ladang

Sedih Ramadan serasa terlewati begitu cepat, mungkin butiran butirah hikmah menerpa membuat kita serasa hanyut dalam buaian kenikmatan syahru siyam, sehingga waktu seakan akan berlalu begitu cepat. Tapi rasa bagahia juga tidak terpungkiri karena bisa meraih fitri kembali, setelah diberi kepercayaan untuk memaksimalkan momentum Romadhon dengan aktifitas ibadah.

Setelah Ramadan usai, pastilah kita akan menggapai kemenangan dengan datangnya hari yang Fitri. Momen Idul Fitri, seperti halnya yang sudah mentradisi di Indonesia, dugunakan untuk Mudik atau pulang kampung bagi mereka yang mengadu nasib atau belajar di luar kota guna silatirahim, bermaaf-maafan, serta minta do’a dan restu kepada keluraga, sanak saudara, dan  tetangga.

Haji & Umroh Pengabdi Setan


Tidak hanya pindah ke pusat-pusat belanja, kalangan atas gandrung berumrah saat Ramadan hingga tembus Lebaran, meski ibadah itu sudah berkali-kali dilakoni. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta, Ali Mustafa Yaqub, Nabi Muhammad tidak pernah mencontohkan hal itu. Dia menegaskan bolak balik berhaji dan berumrah adalah salah satu produk konsumerisme berbungkus ibadah.

Berikut penuturan Ali Mustafa Yaqub saat ditemui Islahuddin dari merdeka.com di rumahnya, belakang Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis (16/8) siang.
Apa masjid kalah bersaing dengan mal di Jakarta?
Saya tidak mengenal kata bersaing. Yang jelas, mal berhasil menyedot jamaah banyak ke masjid menjadi banyak ke mal. Apalagi mal ada di depan masjid, sekalian. Ini bukan karena malnya. Ini karena faktor konsumtif. Perilaku itu membuat orang lebih banyak ke mal ketimbang ke masjid.