Minggu, 18 Agustus 2013

Cara Menganalisis Konflik


Dalam acara launching dan bedah buku Prahara Suriah di Univ Paramadina, dua akhwat berjilbab lebar hadir dan duduk paling depan. Kelihatannya mereka tekun menyimak pemaparan para pembicara, termasuk saya. Namun saya sungguh kaget saat salah satu dari akhwat itu berbicara di sesi tanya jawab. Dia menujukan pernyataan (bukan pertanyaan) kepada Wakil Dubes Suriah, kurang lebih, “Sebenarnya saya tidak perlu semua pembicaraan ini [sambil menujuk ke arah para pembicara]. Saya hanya ingin menyampaikan pesan kepada saudara-saudara Sunni saya di Suriah, tolong sampaikan kepada mereka permintaan maaf saya karena saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu mengurangi penderitaan mereka.”

Sungguh tak saya sangka rupanya si akhwat itu tadi selama hampir tiga jam duduk di depan saya sambil menulikan pendengaran dan menutup pengelihatannya. Meskipun tak bicara blak-blakan, tapi nadanya mengandung emosi, jelas sekali si akhwat tetap berpegang pada paradigma yang dibawanya sejak awal, yaitu bahwa ini adalah konflik Sunni-Syiah dan kaum Sunni menjadi korban kezaliman rezim Syiah Assad (sebagaimana yang didengungkan berbagai ormas Islam pendukung jihad ke Suriah selama ini).

Sabtu, 17 Agustus 2013

17 Agustus & Swedes


Sekilas tentang Swades, Swades adalah sebuah film india yang dirilis pada tahun 2004. Film diproduseri oleh Ashuthos Gowariker dan dibintangi bintang Holywood Shahrukh Khan dan aktris cantik nang anggung Gayatri Joshi. Paduan antara aktor tampan, aktris cantik, dan didukung pemain-pemain handal lain, sangat apik dalam menyajikan film mengusung tema edukatif, sosiali, dan nasionalis. Dan menurut saya film ini adalah salah satu film India yang wajib untuk ditonton.

17 Agustus dan Swades, lantas apa hubungannya..?mengingat tanggal 17 agustus adalah dimana Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 silam. Dan kemudian menjadi rutinitas tahunan bagi warga Indonesia dari penjuru nusantara mengadakan peringatan dengan mengadakan upacara kemerdekaan. Bahkan antusiasme dan semaraknya sudah tercium jauh sbelumnya, dengan diadakannya berbagai macam perlombaan.

Senin, 05 Agustus 2013

Malam 27 Ramadan di Masjid Husain


Tidak seperti biasanya, pengunjung taman dan masjid Husain ramai dan padat. Kalaupun tiap malam hari pada bulan suci Ramadan tidak sampai sebegitu padat, mungkin akan tampak ramai daripada bulan-bulan biasa. Tapi pada malam 27 Ramadan ini, taman serta masjid husain seakan penuh padat dan ramai dikunjungi rombongan orang, atau keluarga.

Setelah ngobrol dengan salah satu warga mesir, memang  sudah menjadi tradisi tahunan ketika malam 27 Ramadan, rombongan keluarga, teman, dan saudara berbondong-bondong mengunjungi kawasan masjid Husain. Mereka sengaja datang pada waktu sore menjelang buka,
dengan membawa makanan dari rumah masing-masing, kalaupun tidak membawa makanan dari rumah, banyak di kawasan Husain ini terdapat dermawan menyediakan buka gratis, atau yang biasa disebut Maidaturrahman.