Jumat, 27 Januari 2012

Kunjungan Bapak BJ Habibie


Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012


Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
 
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

Selasa, 10 Januari 2012

"ITU"


Di sini, itu
Di sana, itu
Di depanku, itu
Di belakangku, itu
Di mana mana, itu
Apa ini fluktuasi,
Tapi serasa bukan
Semoga esok esok hari,
Selalu berseri

Minggu, 01 Januari 2012

Refleksi Tahun Baru Bersama Puisinya Gus Mus

Selamat tahun baru kawan..! 

Kawan,, sudah tahun baru lagi, belum juga tiba kah saatnya kita menunduk memandang diri sendiri?, 
Bercermin firman Tuhan sebelum kita dihisabNya. 

Kawan, siapakah kita ini sebenarnya? 
Musliminkah? 
Mu'minin, Muttaqin, Kholifah Alloh, ummat muhammad kah kita? 
Khoiro ummatin kah kita? 
Atau kita sama saja dengan makhluk lain? atau bahkan lebih rendah lagi, hanya budak-budak perut dan kelamin. 

Iman kita kepada Alloh dan yang ghaib, rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan, 
Lebih pipih dari kain rok perempuan. 

Betapapun tersiksa, kita khusu' didepan masa dan tiba-tiba buas dan binal justru disaat sendiri bersamanya. 

Syahadat kita rasanya seperti perut bedug atau pernyataan setia pegawai rendah aja, 

Kosong tak berdaya.