Selasa, 26 Maret 2013

Hataman Qur'an dan Tahlil Untuk KH. Ali Maksum

(20/02/13) Rabu sore bertempat di salah satu kediaman alumni pondok pesantren Krapyak di Tajamu’ Awwal salah satu kawasan yang berada di ibu kota Cairo, mengadakan peringatan Khoul KH. Ali Maksum yang ke-24. Dalam acara ini dihadiri Bapak Muhammad Saifudin dan Bapak Ikhwani, selaku senior alumni Pondok Pesantren Krapyak, dan para alumni yang berada di Mesir. Juga turut berpartisipasi para alumni Pondok Pesantren Liroboyo, Tebu Ireng,  Matoli’ Kajen Pati, an      dalam acara Khoul ini.


Khoul diadakan selain mengenang dan mendo’akan Kh. Ali Maksum juga sebagai ajang silaturahmi antara alumni Krapyak yang tersebar di Cairo. Dan sebagai hormat ta’dzim kami terhadap jasa-jasa mulia beliau yang telah banyak menginspirasi hingga santrinya telah menyebar di penjuru nusantara bahkan dunia. Acara ini diisi dengan hataman al-Quran, pembacaan Tahllil, Mau'idoh Hasanah yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Saifudin Ma.  dan Bapak Ikhwani,  kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.


Bapak Ahmad Ikhwani dalam maudzoh hasanah membuka dengan semangat intelektualitas. Beliau yang tengah menempuh jenjang S3 al-Azhar bidang Hadits ini mengkaitkan sosok KH. Ali maksum dengan salah satu perkataan dari Sayidina Umar RA, "Ambillah sesuatu yang benar, dimana kebenaran itu berada". Kenapa demikian, karena  sikap dari pemikiran KH. Ali Maksum yang begitu progresif. Tercermin ketika beliau menyampaikan kepada santrinya, bacalah buku dari berbagai macam referensi, walaupun buku-buku tersebut cenderung sedikit ekstrim atapun keras, seperti halnya Sayiid Qutub, dll.

Kemudian disambung dengang wajengan mauidzoh hasanah yang kedua oleh bapak Muhammad Saifudin MA. Baliau yang juga tengah menempuh jenjang S3 dan sedang menyelesaikan disertasinya di al-Azhar ini menambahi apa yang telah disampaikan oleh bapak Ikwani. Selain pemikiran KH. Ali maksum yang progresif akan tetapi beliau tidak suka orang so’ intelek, so’ prihatin, so’ rajin, dan so’ so’ yang lain. Baliau tidak ingin, ketika terlalu rajin akan tetapi apatis terhadap lingkungan, hidup yang seharusnya bersosial malah terbengkalai. Orang yang terlalu rajin prihatin akan tetapi kebutuhan akan intelektualitas kurang. Artinya apa, bahwa beliau ingin menyampaikan pesan moral kalau hidup itu butuh keseimbangan, antara kebutuhan pribadi, sosial, lahir, dan batin.


Setelah mauidzoh hasanah selesai, dilajutkan dengan solat Maghrib dan tidak lupa solat ghoib yang ditujukan kepada almarhum Bapak KH. Bajuri Lc. Semoga amal ibadah beliau diterima, diampuni dosa-dosanya, dan ditemptakan yang paling pantas olehNya. Kemudian acara terahir ditutup dengan ramah tamah dan makan santap bersama.