Rabu, 30 Juni 2010

Cinta dengan Setia

Cinta, cinta dan cinta, setiap orang di dunia ini pasti memiliki cinta walaupun itu setitik dalam hati, dan siapapun tak asing akan arti cinta, yah walupun itu mempunyai arti tergantung individu. Pi itulah cinta ada asam ada manis, tekadang juga pahit untuk di rasa. Ada orang berkata, cinta itu menyakitkan serasa tersobek sebek hati ini,mungkin ketika itu sedang sakit hati, tapi ada orang juga berkata lain, kalau cinta intu begitu indah, bagai angin dari hutan hijaunya cemara yang menerpa, mungkin karena orang itu sedang dirundung nikmatnya bercinta. Berbagi macam perbedaan orang memaknai cinta, tapi itulah cinta sekali cinta tetap cinta walupun nanti terasa pahit asam manisnya cinta, seseorang pasti mendambakan hadirnya cinta.
Ketika satu pasang klingking terikat sambil berkata, I love you aku cinta kamu sayang. Dengan hati yang
berbunga bunga terasa sejuk di hati mengalahkan sejuknya air dingin di kala musim panas. Akankah itu cinta itu bertahan sedemikian lama, ataukah es yang meleleh terkena terik matahri.. Cinta itu akan terasa indah ketika saling melengkapi dimana ada lubang, dan terasa tiada duanya ketika kesetian itu selalu tercipta.
Begitu banyaknya cinta yang berjung noda, perpecahan yang saling membenci. Karena bukan cinta yang mendasari akan tetapi nafsui, walhasil berahir pula dengan nafsu, entah itu nafsu untuk bertengkar, ingin mengahiri bahtera cinta. Cinta yang bernoda, tidak kalah fenomenal karena ketika cinta itu terajut seakan semua tubuh si pasangan menjadi halal, peluk cium menjadi tradisi. Padahal apakah cinta dengan I love you itu cukup untuk menjadikan halal, tidak tentunya noma agama, adat, budaya masih berlaku. Oh  Dunia sekarang ini.
Cinta itu sakral, sesuatu yang di karuniakan setiap jiwa untuk dijaga. Pupuklah cinta itu dengan kasih sayang dan kesetian yang akan berbuah manisnya dalam mengarungi lika liku perjalnan cinta.