Jumat, 24 Agustus 2012

Idul Fitri 1433H

Manusia & Ladang

Sedih Ramadan serasa terlewati begitu cepat, mungkin butiran butirah hikmah menerpa membuat kita serasa hanyut dalam buaian kenikmatan syahru siyam, sehingga waktu seakan akan berlalu begitu cepat. Tapi rasa bagahia juga tidak terpungkiri karena bisa meraih fitri kembali, setelah diberi kepercayaan untuk memaksimalkan momentum Romadhon dengan aktifitas ibadah.

Setelah Ramadan usai, pastilah kita akan menggapai kemenangan dengan datangnya hari yang Fitri. Momen Idul Fitri, seperti halnya yang sudah mentradisi di Indonesia, dugunakan untuk Mudik atau pulang kampung bagi mereka yang mengadu nasib atau belajar di luar kota guna silatirahim, bermaaf-maafan, serta minta do’a dan restu kepada keluraga, sanak saudara, dan  tetangga.


Hal tersebut menjadi antusiasme warga tersendiri dalam memperingati Eid Mubarok, bahkan saya kagum melihat respon mereka, dengan rela memakan waktu yang cukup lama untuk pulang kampung, bahkan dapat dipastikan kondisi jalan akan macet, juga dengan biaya yang tidak sedikit. Tapi itu semua akan menjadi kebanggaan dan kesenangan tersendiri.

Juga memang sangat pantas untuk dilestarikan, mengingat tradisi yang bagus dan manusia  sendiri adalah sebagai ladangnya kesalahan. Karena dari setiap padi yang ditanam walapun dari awal melakukan pemupukan dan menanam padi dengan maksud baik yaitu untuk memnuhi kebutuhan pokok, tapi pasti ada saja hama atau hewan hewan perusak tanaman, tapi seiring dengan perawatan dan penjagaan dengan baik, insyaAllah akan menuai padi yang berkualitas pula. Tidak berbeda dengan manusia, kita lahir tandpa adanya dosa, tapi kemudian hari bernjak tumbuh dan tumbuh, pasti ada kendala berupa gangguan atau godaan yang mempengaruhi untuk berbuat tidak baik, yaitu berbalut rayuan nafsu setan, baik dalam diri kita maupun sekitar.

Oleh karena itu dalam momentum yang Fitri ini, saya ingi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H, mohon maaf lahir dan batin. Karena dengan menabur pupuk kasih sayang dengan saling  memaafkan maka akan tumbuhlah tanaman atau pribadi yang baik kemudian dapat menuai buah eratnya silaturahim.