Rabu, 22 Februari 2012

Cairo "Lautan" Buku



Cairo International Book Fair

"Lautan" buku kembali pasang, maka saatnya musim borong buku datang, karena Cairo International Book Fair kembali hadir, seiring perjalanan budaya intelektualitas dan peradaban. Memanjakan para peminat baca, dan meminatkan untuk membaca.

Mesir sebagi kiblat keilmuan, khususnya dunia kesilaman dan juga salah satu pusat peradaban dunia, tentunya turut berperan penting dalam sumbangsih budaya intelektual. Hal itu tercermin, banyaknya ilmuan, penerbit dan banyak toko buku yang tersebar di ibu kota Cairo, maupun sekitarnya. Saya pun sangat takjub dengan budaya intelektualitas dan minat baca yang sering di jumpai di sudut sudut jalan maupun sarana umum lainya.
Selain itu yang juga membuat saya takjub, ketika menghadiri Cairo International Book Fair, fenomena luar biasa yang baru kali pertama saya alami, sungguh terheran heran, karena area sebegitu luasnya terpenuhi dengan buku buku. Tentu hal itu belum pernah saya jumpai di negeri kita Indonesia. Mungkin karena masih ada tingginya kesenjangan sosial, etos baca yang lemah, banyaknya kemiskinan yang mudah kita temui, dan sulitnya untuk mengakses pendidikan.  Sehingga menjadi kian terpuruk dalam ketidak tahuan, Semoga kedepanya, Indonesia semakin  membaik.

Cairo International Book Fair, untuk pertama kali terselenggara pada tahun 1969, atas Menteri Kebudayaan dan Organisasi Buku Umum Mesir, hal itu yang bertujukan untuk memajukan negara Arab, dalam menegakkan lentera keilmuan, dan Mesir sendiri sebagai pelopornya. Sebegitu megah dan besarnya acara ini, karena juga tercatat sebagai salah satu pameran buku terbesar dunia. Bagaimana tidak area seluas 70,000 M berisikan gedung gedung besar, yang terdiri dari afiliasi negara dengan kios kios atas nama penerbit beserta buku bukunya dan sarana edukasi lainnya yang semua tersaji di situ.

Untuk tahun ini, tepatnya pada tanggal 22 januari 2012, Cairo International Book Fair resmi kembali dibuka, dan berakhir pada tanggal 7 februari 2012 kemarin, yang bertempat di Cairo International Fair Group, Nasr City. Acara agung kali ini terselenggara yang ke-43, dengan menghadirkan 745 penerbit yang terdiri dari afiliasi negara, meliputi negara negara Arab maupun luar negeri lainnya. Yang setahun lalu sempat gagal, karena pengaruh revolusi. Dan pada tanggal 25-26 januari akan ada penutupan sementara, karena adanya peringatan revolusi Mesir yang terjadi 25 januari 2011 setahun silam.

Dulu rasa kecewa dan rindu akan suasana fenomena Book Fair yang setahun lalu gagal, tentunya kini kembali terbayar. Karena begitu teelihat antusiasme jutan pengunjung meliupiti warga Mesir dan para pelajar dari berbagai negara, maupun warga negara lainnya yang memang sengaja datang ikut memeriahkan, untuk mencari dan memborong berbagai macam buku yang tersedia.

Selain itu Book Fair juga terselenggara yang tidak kalah menariknya yaitu terdapat bebagai macam acara menarik, semisal seminar, pameran seni, berbagi macam penghargaan, dan sekaligus bisa bertemu langsung dengan para penulis. Juga tidak ketinggalan pula, terdapat kios kios kafe yang siap memanjakan para penggunjung untuk bersantap sembari beristirahat, setelah kelelahan mengarungi lautan buku.

Sungguh mengasikkan memang, ketika menjajaki setiap lorong lorong bangunan, mengintip sana sini berbagai macam judul buku menarik, mulai dari buku Islam, dari yang Turats hingga kontemporer, buku umum entah itu sains, teknologi dan masih banyak lainnya. Dan itu tidak akan selesai seharian untuk kita jajaki, butuh waktu yang cukup lama untuk memilah milih dari semua pameran yang tersedia, karena yang jumlahnya begitu banyak dan tempatnya yang begitu luas.