Selasa, 16 Agustus 2011

Kronologi Menjelang Subuh


Ramadhan 1432, Alhamdulillah beribu syukur atas nikmat yang 
tidak terhitung, dari yang abstrak maupun nampak. Puji sukur
terhadap Tuhan, karena telah memberi kesempatan kembali untuk
menikamti aroma puasa di bulan Ramadhan nan riligi ini. Karena
moment yang tepat untuk meningkatkan intensitas hubungan kita 
terhadab sang Rabbi, meningkatkan ibadah spiritual kita, dan untuk 
berintropeksi diri dan sebagainya. Akan tetapi bukan berarti
hanya bulan Ramadahn saja untuk di jadikan sebagai ajang
beribadah, seperti banyak selebriti kita. Karena bukan 
nilai substansial yang mereka pelajari akan tetapi yang bersifat
dohir saja yang mereka lakukan. Sebenarnya puasa bukan hannya menahan
lapar dahaga semata, akan tetapi banyak arti lain yang menyelingkupi.

Olehkarena itu, mari kita sama sama tingkatkan ibadah kita, perbanyak dan perbaiki.
sehubungan dongan moment Ramadhan, terciptanya sebuah lagu yang terinspirasi
karena terhanyut dalam nikmatnya iabadah Tahajud. Suasana yang hening, membuat hati
mata terhantuk menatap arah sujud, teringat akan dosa dosa, nikmat yang telah di beri.
SubhanaAllah sungguh nikmat malam itu. Puji Syukur terhadap Tuhan atas segala karunia.

Subuh menjelang

Gemuruh angin
Padang pasrir
Di tengah sunyi

Ku tancapkan dahi
Di plataran Kiblat 
Sang Ilahi

Reff
Karena Kau tempat aku mengadu
Di setiap do'a do'aku 
Hanya kau tempat aku kembali
Di setiap perbuatanku

Ampuni aku
Ampuni aku
Atas dosa dosaku

Tunjukkan aku
Bimbinglah kau
Dalam jalan lurusmu